09/03/11

Kisah pendek Dewasa 18+



Kisah di mulai saat perayaan malam pergantian tahun, saat itu tahun 2000, sekumpulan anak muda sedang berpesta merayakan malam pergantian tahun millenium. Kami merayakannya di tempat wana wisata, di salah satu kota di jawa tengah.
Sebut saja salah satu di antara mereka adalah pram, kami menginap di salah satu villa sewaan, yang sebelumnya telah kami boking ( pesan ) sebelum hari yang di tentukan pada saat itu.
Saat-saat yang di nanti-nanti oleh umat manusia di jagat raya ini telah tiba, malam itupun kami gunakan untuk berpesta dengan kawan-kawan di villa tersebut hingga pagi menjelang. Pagi itu embun masih menyelimuti wilayah wisata tempat kami menginap. Sayup-sayup terdengar suara gaduh, ternyata suara itu berasal dari villa tetangga yang tidak jauh dari tempat kami menginap.
Dengan rasa penasaran Pram mencari sumber suara itu, sesampainya ia di depan villa suara itu semakin jelas terdengar seorang wanita muda bertengkar dengan seorang pria, dengan kondisi pipi merah lebam akibat terkena benda tumpul terlihat di wajah wanita itu. Ia pun sempat bertanya dalam hati... " kenapa bertengkar, apa sih yang di permasalahkan oleh mereka...?".
Padahal bila melihat keadaan sangat tidaklah mungkin bila mempermasalahkan soal ekonomi, karena bila melihat kondisi perekonomian mereka termasuk orang menengah keatas ( elite ).
tapi apakah mungkin wanita muda itu wanita simpanannya...?"di dalam benaknya ingin sekali menolong wanita muda tersebut namun niatnya ia urungkan saat melihat pria kasar itu, yang lebih pantas di panggil papa oleh wanita muda itu"aah... masa bodoh, toh itu kan bukan urusanku..." seraya meninggalkan tempat itu. Tak lama kemudian ia pun kembali ke villa semula, dalam hati dan pikirannya Pram masih ingat betul raut wajah wanita muda it, dengan memelas agar lelaki itu tidak pergi meninggalkannya, toh akhirnya lelaki itu pergi begitu saja seakan sudah puas/bosan dengan wanita tersebut, kasihan sekali wanita itu habis manis sepah di buang... wanita itu".
Pram adalah seorang pengusaha art decoration home, yang terbilang masih sangat muda. ia memang terkenal ulet dalam bidangnya yang ia tekuni hampir 5 th. Pram seorang yang sangat pendiam dalam urusan pribadi khususnya soal cewek. Satu ketika tempat usahanya kedatangan seorang tamu wanita cantik dengan mengendarai mobil mewahnya, di sel-sela kesibukannya ia di panggil oleh temannya untuk segera menemui tamu itu. segera Pram pun bergegas menuju ruang tamu, Begitu di temuinya, pram merasa aneh karena ia merasa pernah melihat wanita muda itu, tapi ia agak lupa. Wanita muda itu pun menyapanya dengan santun..." hai, benarkah kamu pemilik tempat ini?" sapanya, dengan tidak habis pikir pram pun menjawab sapaan wanita cantik tersebut" hai juga, ya... saya pemilik tempat ini, ada yang bisa saya bantu untuk anda?"
... " ya... ya... saya ingin tempat tinggal saya di tata ulang... " jawab wanita itu dengan senyum.
" ingin model seperti apakah yang anda inginkan...?"tanya Pram,. "... saya cuma ingin gaya natural... nggak mau yang macem-macem..." jawaban yang dingin seakan ia sedang sedih... "... baiklah kapan bisa saya lakukan ?" tanya pram lagi. " bisa sekarang, kalau anda ada waktu luang... ?!" Pram terdiam sejenak " ... ee... h... OK kalau itu yang anda mau" jawabnya dengan mantap. Tiba-tiba wanita muda itu mengulurkan tangannya... " saya Lisa..." berharap bisa mengenal nama lelaki di depannya Pram masih terperanjat kaget melihat respon wanita itu"Pram..." jawabnya singkat" Baiklah bu, saya akan mempersiapkan peralatannya" sambungnya dengan senyum, kemudian pram pun membalikkan badannya tapi tiba-tiba lisa mencegahnya seraya sambil berkata" Nggak usah... kamu ikut dengan saya saja, pake mobil saya sekalian sama-sama, soalnya kalau sendirian bete.... Oya peralatan yang akan kamu bawa sebaiknya seperlunya saja bisa...?" Pram pun terdiam sejenak"Baiklah, tapi aku mau ambil laptopnya dulu?" jawabnya pelan.
Dalam perjalanan menuju ke tempat tujuan Pram pun sempat bertanya soal waktu itu, dengan perasaan was-was takut tersinggung ia pun memberanikan diri bertanya"... ehmm, Lisa... bolehkan kalo aku bertanya sesuatu sama kamu...?!" lisa pun tersenyum manis" boleh... apaan sih?" Pram pun menjawabnya" benarkah kalau kamu itu orang yang pernah aku lihat di sebuah ..." pertanyaan pram belum selesa lisa langsung memotongnya dengan nada santai" di sebuah villa di tempat wanawisata, bukan....?!?" pram pun terdiam " ya... itu aku, saat itu akusedang bertengkar dengan suamiku..." lisa terdiam sejenak sambil mengendalikan laju mobilnya"... saat itu pertengkaran kami sangat hebat, hingga berlanjut sampai ke perceraian..." pram masih terdiam sambil menatap wajah cantik tersebut,namun tiba-tiba tetesan air matanya bergulir melewati pipinya yang putih, "...maaf, ya... sebaiknya nggak usah diteruskan lagi ceritanya...?" pinta pram, dengan rasa bersalah karena sudah mengingatkannya kembali peristiwa pahit"... Ooh... nggak apa-apa kok mas pram... lagian kan sudah lama sekali" jawabnya dengan suara agak parau berusaha untuk tegar untuk menghadapi kenyataan pahit ini.
Sesampainya mereka di tempat yang mereka tuju, Pram langsung mengerjakan pekerjaan yang telah di berikan oleh Lisa pada dirinya. Pekerjaannya selesai saat menjelang senja, disela istirahatnya mendadak Pram ingin ke kamar kecil untuk buang air kecil, setelah ia selesai dengan yang satu itu tanpa sengaja ia melihat sesosok bayangan seorang wanita yang sedang mandi, dibalik kaca buram terlihat dengan jelas lekuk tubuh wanita tersebut tanpa di sadari oleh wanita tersebut pintu tempat ia mandi secara tak sengaja sedikit terbuka, tak heran lagi pemandangan yang menakjubkan terlihat dengan jelas, detak jantung Pram semakin berdetak keras saat ia menatap lekuk tubuh tersebut. Saat pandangan matanya tertuju dengan dua buah tonjolan yang menyerupai gunung dengan tidak lain adalah payudara yang begitu montok untuk ukuran seusia wanita muda tersebut, aliran darah Pram semakin berdesir dengan cepatnya saat matanya tertuju dengan segumpal bulu rambut yang menghiasi diantara selangkangannya yang putih dan mulus. Tubuh yang begitu mulus tanpa ada goresan luka sedkitpun sehingga membuat pesona tubuh yang ramping dan begitu sexy seakan sayang bila terdapat luka atau goresan.

Tanpa di sadari ternyata wanita itu telah selesai dengan mandinya, dengan bergegas Pram segera pergi meninggalkan tempat tersebut, ia tidak ingin Lisa marah karena pram melihatnya mandi walau sebenarnya itu secara tidak sengaja. Sesampainya di tempat semula ia segera berpura-pura melanjutkan pekerjaannya walau sebenarnya itu telah selesai, tiba-tiba hidungnya mencium aroma parfum yang begitu khas selera feminimnya. Tidak jauh dari Pram duduk Lisa muncul dengan membawa hidangan di tangannya sambil tersenyum “ Mas Pram...?!?, sebaiknya makan dulu biar pekerjaannya di lanjutkan nanti...” pinta Lisa dengan duduk di samping Pram.

Aroma parfum kian menusuk hidungnya Pram seakan dirinya terhipnotis karena aroma parfum tersebut, dengan agak nerfouse Pram menjawabnya tanpa memandang wanita tersebut “ e...e... i i ... iya... “ dengan grogi ia menjawab pertanyaan tersebut, melihat tingkah laku Pram yang sedemkian kikuk Lisa tersenyum lebar seraya berkata “... mas Pram kenapa sih? Kok tiba-tiba pucat seperti habis melihat hantu...?!? “ Pram hanya teridam kaku seakan tubuhnya terkunci tak bisa berbuat apa-apa “ ahh... nggak... nggak apa-apa kok, agak sedikit panas saja di sini ?? “ jawab Pram mengalihkan perhatiannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar